Gaya Parenting Generasi Milenial yang Lebih Modern

Gaya Parenting Generasi Milenial yang Lebih Modern

Tiap orang tua mempunyai pola asuh sendiri-sendiri, termasuk gaya parenting generasi milenial yang juga mempunyai ciri khasnya sendiri. Gen milenial (Gen Y) punya rentang umur di range 24-39 tahun.

Sesuai perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini, pola asuh dari orang tua gen milenial mengalami adaptasi juga. perkembangan jaman membawa peranan besar, termasuk ketika mengasuh keluarga.

Intip Cara Parenting Generasi Milenial

banyak hal positif yang bisa diambil dari gaya parenting generasi milenial, salah satunya punya waktu banyak untuk anak sekalipun keduanya sibuk bekerja.

Generasi milenial mempunyai cara tersendiri dalam memberikan didikan kepada anaknya. Mungkin saja hal itu juga dipengaruhi oleh kerasnya didikan orang tuanya dulu, sehingga sebagian besar kini lebih membebaskan anaknya berekspresi.

Ayah ibu jaman sekarang punya cara pendekatan sendiri kepada buah hatinya dengan lebih positif (positive parenting). Pola asuh tersebut lebih bisa bantu efektif tingkatkan disiplin anak dengan cara menyenangkan.

Anak yang didik dengan gaya parenting generasi milenial bisa jadi pribadi lebih kreatif, percaya diri, serta mandiri. Jika Anda ingin mengikuti pola asuh gaya ini, maka berikut diantaranya:

1. Biasa mengatur serta membuat jadwal

Dibanding gen sebelumnya, anak dari gen milenial punya kegiatan harian yang lumayan padat serta terjadwal. Hal itu umumnya lebih sering digunakan oleh orang tua yang keduanya bekerja.

Agar dapat mengatur waktu bermain dan belajar lebih teratur, maka ayah ibu gen Y jadi terbiasa membuat serta mengatur jadwal. Seperti setelah pulang sekolah anak punya waktu untuk istirahat.

Kemudian lanjut melakukan kursus tambahan di luar sekolah. Agar waktu lebih efisien, maka pengaturan jadwalnya diharapkan mampu menjadi bekal si kecil untuk bisa bersaing kelak di masa depan.

2. Berbagi tugas

Sebelum parenting generasi milenial, pembagian tugas tidak tertulis dalam keluarga akan selalu ada. misalnya ayah mencari nafkah, ibu mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga dan mengurusnya, serta anak punya tugas beragam.

Sementara itu di era milenial tidak berlaku hal tersebut. Sebab ayah ibu akan bekerja sama menjalankan rumah tangga. Keduanya bisa bekerja dan mengurus rumah bersama, bahkan anak kadang hanya fokus belajar.

3. Serba sosial media

Gaya hidup keluarga gen Y memang serba teknologi, tidak heran jika anak kecil sudah mengenal gadget. Banyak keluarga memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik, misalnya punya robot untuk ringankan pekerjaan rumah.

Sejumlah gaya pola asuh juga menyediakan gadget untuk anaknya. Si kecil dibiarkan bermain gadget dan orang tua mengerjakan tugasnya. Namun hal itu kurang baik apabila tidak ada pengawasan langsung.

Apabila tidak diterapkan dengan tepat gaya parenting generasi milenial serba sosmed ini, maka bisa membawa dampak buruk. Sebab ayah ibu jadi tidak mau kalah dan memaksa anak meraih keinginannya sendiri.

4. Nama anak unik

Anak dari generasi pendahulunya yakni baby boomers sebagian besar punya nama yang cukup umum dan bahkan sama. Hal tersebut dikarenakan pada saat itu pemilihan namanya masih belum terlalu diperhatikan.

Namun pada gen Y ini lebih menginginkan anaknya punya nama beda dari lainnya dan cukup unik. Hal tersebut juga membuat anak mempunyai nama-nama nyentrik serta sangat jarang dipakai.

Termasuk pemberian nama terinspirasi dari nama warna, bunga, planet, istilah tidak umum lain, serta bahasa latin. Sebab semakin beda namanya, maka orang tua gen Y makin bangga.

5. Banyak referensi parenting

Gaya parenting generasi milenial selanjutnya ialah tidak hanya punya satu referensi saja, misalnya dari ucapan orang tua jaman dulu. Sekarang ini kaum gen Y punya banyak sumber referensi untuk parenting.

Bisa dari ayah ibu, dokter, buku, atau bahkan sosial media. Orang tua kaum Y lebih banyak mempelajari dari sumber terpopuler dan kerap kali tinggalkan mitos yang ada di dalam masyarakat.

Walaupun demikian, namun tidak jarang ayah ibu yang bingung karena terlalu banyak sumber. Apalagi beberapa termasuk hoaks, sehingga Anda harus selalu berhati-hati ketika mencari sumber tepercaya agar lebih terjamin.

6. Perencanaan keluarga

Dalam hal ini bukan berarti gen pendahulunya tidak punya perencanaan keluarga. Akan tetapi gen Y memang terbukti lebih mempersiapkannya dan secara tertulis, bahkan lebih detail ketika merencanakan keluarga.

Mulai dari keadaan perekonomian, tujuan membangun rumah tangga, hingga pendidikan anak yang nantinya akan dilalui. Gaya parenting generasi milenial tersebut memang penting dipunyai dalam sebuah keluarga agar kehidupan jadi semakin teratur.

7. Punya banyak waktu

Banyak orang menganggap jika ayah ibu jaman sekarang ini ikatan batin dengan anaknya kurang kuat dibanding pada generasi sebelumnya. Padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar dan hanya menjadi miskonsepsi.

Kenyataannya walaupun kedua orang tua sama-sama bekerja, namun masih punya banyak waktu bersama si kecil dibanding saat jaman gen 50’an. Bukan hanya ibu saja yang terlibat, namun sang ayah juga.

Ayah milenial cenderung lebih antusias mengenai tugas mengasuh anaknya dibanding generasi pendahulunya. Faktanya banyak ayah ibu jaman sekarang yang berbagi tanggung jawab mengasuh anak walaupun keduanya sudah tidak bersama.

Tiap anak punya keunikannya masing-masing, jadi sebagai orang tua memang harus melakukan pendekatan berdasarkan kepribadiannya. Gaya parenting generasi milenial mempunyai banyak sisi positif, sekalipun tidak sedikit orang menyepelekannya.

Previous Post Next Post